Ngopeni

Jepangrejo Blora

Blora Bagiku

Setiap daerah memiliki asal asul dan cerita masing-masing, begitupun dengan asal usul sebuah desa. Jepangrejo adalah desaku. Merupakan desa yang terletak di bagian paling selatan dari kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Blora sendiri merupakan sebuah kabupaten yang berada di ujung paling timur dari Provinsi Jawa Tengah. Blora merupakan tempat lahir dari Pramudya Ananta Toer serta RM Tirto Adhi Suryo. Selain itu, daerah ini terkenal dengan sumber minyak bumi dan kayu jati selain sate ayam tentunya dan beberapa yang lainnya.
Ada yang bilang kalau desaku ini merupakan desa para pekerja keras yang ingin selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. Namun, karena tidak berhati-hati, akhirnya terpeleset dan gagal menjadi yang terbaik. Kata Jepang sendiri merupakan akronim dari ‘ketunjep pang’ yang artinya tertusuk ranting lancip atau bambu yang runcing.
Dapat juga dimaknai seperti seseorang menaiki pohon yang sangat tinggi untuk mendapatkan suatu yang bermanfaat tetapi karena terpeleset maka jatuh dan tertusuk sesuatu yang sangat lancip dan runcing sehingga meninggal dunia.
Filosofi tersebut sejatinya sudah kudengar semenjak sekolah di bangku dasar. Jepangrejo, sejak kecil hingga besar kuhabiskan waktu disini. Banyak kenangan yang tertuang apabila mendatangi desa ini. Apalagi bercerita kisah pilu dan perjuangan kedua orang tuaku yang mana salah satunya memang orang asli sini.
Sejak era fotografi, banyak spot-spot di desa ini dijadikan sebagai tempat untuk mengabadikan eksistensi daripada pecinta selfi ataupun tempat untuk foto-foto sebelum resepsi. Namun bagi masyarakat yang asli sini, mereka tak memahami betapa berharganya tempat ini bagi komunitas pecinta fotografi.
Mahasiswa sempat meluangkan waktu untuk menetap disini, di desa ini, jepangrejo. Mereka melakukan istilah yang disebut KKN. Bukan singkatan dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme, tetapi KKN yang dimaksud ialah Kuliah Kerja Nyata. Kegiatan ini memang kerap dilakukan bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang ia dapat dari kota untuk diterapkan di desa-desa.
Selain itu, fungsi KKN yang kerap dilakukan oleh mahasiswa ialah untuk memberdayakan para warga agar aktif untuk membangun desa, meramaikan desa dengan berbagai program-program serta tentunya menggali potensi desa.
Berbicara tentang potensi desa, pembuatan barongan salah satu potensi desa yang ada disini. Barongan sendiri merupakan kesenian khas dari kota Blora. Saat ini hanya ada seorang warga yang masih aktif berprofesi sebagai pembuat barongan karena banyaknya permintaan dari kota sedangkan lainnya masih memandang profesi ini sebelah mata.
Itulah sekelumit tulisan dari saya yang merupakan asli warga sana. Tujuannya jelas, supaya makin banyak orang yang mengenalnya dan bisa berkunjung kesana. Ada satu lagi yang khas dari desa saya, yakni kopi santan.
Berbicara tentang kopi santan, beberapa waktu yang lalu, tokoh kuliner nusantara yang terkenal dengan jargon ‘maknyus’ mendatangi desaku tentunya untuk menikmati seruput sensasinya minum kopi.
Mengutip dari situs infoblora, hasil kunjungannya ke warung kopi santan Desa Jepangrejo ini akan ia tulis dalam sebuah buku tentang keragaman Kopi Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close