Ngopeni

Kritis dan Manifestasi Cinta pada Blora

Saya sepakat dengan pembangunan gedung perpustakaan dan kampus kesehatan tersebut tapi untuk yang lainnya maaf pak saya kurang sepakat

Berbanggalah kalian yang lahir Blora tercinta. Belakangan ini beredar video dari Bupati Blora, Bapak Djoko Nugroho yang beredar di grup facebook, Whatsapp, Instagram dan lainnya. Kita patut bangga dengan rencana pembangunan insfratruktur yang ada di Blora.

Dalam video tersebut pak Koko biasa disebut, beliau mengatakan jika akan ada beberapa pembangunan yang segera dijalankan. Diantaranya Gedung Bioskop, Tempat Pusat Perdagangan, Hotel, perpustakaan lantai 4, Gedung Pertemuan Akademi Perawatan dan Kesehatan.

Memang untuk menjadikan sesuatu maju tak lepas dari sebuah pengorbanan, dan mengorbankan.

Mungkin dari kita masyarakat Blora ada yang senang dan susah. Yang senang, Blora akan punya Bioskop bisa jadi hiburan keluarga dan kalangan muda. Yang susah dan menjerit mereka warga blora yang punya penghasilan pas-pasan dan kerja keras cari uang untuk menghidupi keluarga. Toh masyarakat Blora mayoritas bekerja sebagai petani, mereka pasti merasa eman tatkala uang yang dicari dengan bertani, berpanas-panasan hanya untuk membeli tiket bioskop.

Ya memang bukan para orang tua yang menonton Bioskop tapi anak muda. Ya tidakpapa jika anak muda tersebut bisa cari uang sendiri, tapi ketika mereka yang muda masih sekolah lantas ingin menonton Bioskop kan juga pasti minta uang dari orang tua.

Ajari Masyarakat Blora Produktif

Saya sepakat dengan pembangunan gedung perpustakaan dan kampus kesehatan tersebut tapi untuk yang lainnya maaf pak saya kurang sepakat.

Mari kita lihat seberapa pentingkah pembangunan Bioskop, dan tempat hiburan lainnya? Memang insfratruktur jalan di pedesaan daerah Blora sudah bagus semua?

Dari pengamatan saya setelah video Bapak Bupati tersebut beredar di media sosial menuai beberapa kontra, mayoritas mengeluhkan jalan yang rusak di desanya.

Ini menandakan masih gagalnya pemerintahan Blora menggunakan anggaran yang difasilitasi oleh negara. Yang katanya Desa mendapat anggaran sebesar 1 M, masak akses jalannya masih rusak terus. Memang tidak semua jalan di desa tapi banyak desa yang jalannya masih rusak parah.

Dari pengamatan, memang setiap kepala desa yang terpilih akan melakukan pembangunan jalan, saya salut akan itu. Tapi pembangunan jalan tersebut bukan dalam tahap jangka panjang, sehingga jalan aspal yang dibangun hanya bertahan sekitar satu tahun saja habis itu rusak. Masyarakat pun menjerit.

Jika sang Kepala Desa (Lurah) beralasan karena anggaran yang kurang untuk membangun jalan ber bahan beton atau cor. Ini bisa disiasati dengan pembangungan jalan secara bertahap. Insyaallah selama lima tahun semua jalan Desa akan bagus dengan jalan betonnya. Tidak seperti sekarang pembangunan jalan layaknya sebuah proyek tiap lima tahun.

Sebisa mungkin pembangunan itu berdasar atas kebutuhan rakyat dan kepentingan rakyat. Dan bersifat jangka panjang. Masyarakat hanya membutuhkan kesejahteraan. Bukan lahan konsumtif yang dibangun oleh pemerintah.

Apakah masyarakat Blora sudah sejahtera? Tentunya pasti belum, pak Bupati bisa turun ke Desa untuk membuktikannya sendiri. Para petani menjerit dan memikirkan kesejahteraan nya sendiri. Para petani setiap hari dibayang-bayangi akan gagal panen, harga pupuk mahal akibat menyebarnya cukong-cukong pupuk dan lainnya.

Kemudian, terkait akan dirobohkannya lapangan sepak bola Kridosono Blora, membuktikan bahwa buruknya pengelolaan olahraga khususnya sepak bola di Blora. Saya menangkap alasan dari perobohan stadion tersebut dari pak Koko tadi, perihal stadion yang jarang digunakan.

Saya rasa perlu perhatian khusus untuk prestasi anak Blora dari bidang olahraga ini, dan tentunya harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah Blora. Jika memang benar stadion akan dirobohkan perlu segera dibangunkan lagi stadion bola dengan ketentuan letak yang strategis.

Tata letak kota juga harus dipikirkan matang-matang.Bukan soal hanya perobohan tapi juga pembangunan dalam bidang olahraga, jika ingin anak2 Blora berprestasi pada bidang tertentu.

Sebisa mungkin masyarakat harus diperhatikan minimal kesejahteraan para petani. Bukan hanya pembangunan insfratruktur yang bersifat konsumtif saja yang dibangun tapi pembangunan sumber daya manusia menjadi pekerjaan pemerintah kabupaten Blora saat ini.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close