Sejarah

Masjid Baitunnur, Masjid Tertua di Blora

Masjid Baitunnur Blora (Dok.internet) 

 

BLORAPEDIA.ID- Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat muslim. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim.

Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur’an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Dalam sejarahnya Blora memiliki Masjid tertua. Yakni Masjid Baitunnur, terletak di jantung kota, tepatnya di barat Alun-alun Kota Blora, masjid ini dulunya dibangun Bupati Raden Tumenggung (R.T.) Djajeng Tirtonoto.

Ada beberapa rujukan yang menjadi referensi bahwa Masjid Baitunnur adalah masjid tertua pertama di Blora.

“Wa awwalu bisai in hadzal babu yaumal isnain fi syahris sawwal wafii sanatil wawu waiddatu hijratun nabi sholallohu ‘alaihi wasallam alfu wasittaani wakhomsa wasittuuna sanah.”

Tulisan Arab itu dapat dijumpai dalam lembaran arsip keluarga R.M. Tejonoto Kusumaningrat yang diterjemahkan oleh anak cucunya yakni:”Mulai berdirinya di hari Senin di tahun wawu Hijrah Nabi 1265, dalam tahun Jawa 1775 atau tahun Walanda 1846″

Tahun pendirian masjid ditandai dengan ‘Sengkala Catur Ing Pandhita Sabdaning Ratu’ yang artinya 1774.

Masjid Baitunnur, menurut catatan didirikan pertama kali oleh R.T. Djajeng Tirtonoto pada tahun 1774 yang saat itu memerintah Kabupaten Blora di bawah Kasunanan Surakarta dari tahun 1762 hingga tahun 1782.

Karena wilayah kekuasaannya semakin luas, R.T. Djajeng Tirtonoto kemudian membangun rumah kabupaten berikut alun-alunnya. Setelah selesai membangun rumah kabupaten dilanjutkan dengan membangun masjid.

Di masa pemerintahan R.T. Djajeng Tirtonoto, masjid telah memiliki bedug yang terbuat dari pohon jati utuh yang berlubang di tengahnya.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close