Nyastra

Menghamba

Ibu…
Pagi-pagi buta engkau bangun dari tidurmu
Bergegas mengambil air wudhu
Untuk melaksanakan shalat hajatmu
Doa-doa mu terus engkau haturkan pada Tuhan

Tidak ada orang yang melihat engkau sedang bermesraan dengan Tuhan
Dalam sujudmu engkau selipkan namaku
Anakmu…
Demi terwujudnya kebahagiaanku…

Engkau mengajarkanku apa arti taat
Namun, Hingga kini aku belum mampu bertobat
Maafkan aku ibu…
Baktiku padamu masih abu-abu
Baktiku pada Tuhan masih dalam kegelapan

Tuhan, haruskah aku kembali padamu?
Sebelum baktiku pada orangtua kupenuhi…
Jangan!

Engkau Tuhan, yang maha belas kasih pada hamba yang durhaka ini
Beri kesempatan untuk hamba dalam menebus baktiku pada orangtua…
Meskipun aku tak akan mampu membalasnya semua
Tapi…
Sisa kontrak hidup antara hamba dengan engkau Tuhan, sebisa mungkin
Ku pergunakan sebaik-baiknya
Hingga dalam hidup keabadian kau memanggil hamba!

Kematian…

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close