Uncategorized

Meriah, Festival Barongan Blora Sukses Digelar

Start dari Alun-Alun kemudian panggung kehormatan di depan Klenteng Hok Tik Bio. Sedangkan finish di depan gereja Bethany di Jalan A.Yani

BLORAPEDIA.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah gelar Festival Barongan ke-5 tahun 2019, Sabtu, (9/11/2019)

Ribuan warga telah memadati sepanjang jalan Pemuda dan Alun-Alun Blora sejak pagi. Selain itu sejumlah fotografer dan pewarta foto tampak hadir mengabadikan helatan spektakuler ini.

Acara dimulai setelah Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar M. Solichan Mochtar, mewakili Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamuji, mengibaskan bendera motif kotak dan hitam dari start depan gapura rumah dinas bupati Blora atau jala Alun-Alun Utara.

“Dengan mengucap Bismilahirromanirrohim, Festival Barongan Blora ke-5 tahun 2019 kita nyatakan untuk digelar dan dilaksanakan,” ujarnya.

Start dari Alun-Alun kemudian panggung kehormatan di depan Klenteng Hok Tik Bio. Sedangkan finish di depan gereja Bethany di Jalan A.Yani.

Farida, salah sorang remaja Blora yang ikut menonton, menunjukkan ekpresi kegembiraan.

“Senang, bangga dan tidak takut. Barongan milik Cah Blora. Tadi juga sempat swafoto dengan para pemain barongan serta kuda lumping. Suka sekali, keren,” katanya.

Selain penonton, di hadiri pula beberapa pengrajin barongan untuk menampilkan hasil karya yang telah dibuatnya ke warga Blora yang hadir.

Sujiman, salah seorang perajin barongan warga RT 02 / RW I Desa Gondang Kecamatan Ngawen, Sujiman, mengatakan bangga bisa ikut memamerkan karyanya di Festival Barongan ke-5 tahun 2019 ini.

“Untuk melayani pesanan pelanggan saya kewalahan karena bahan baku kayu dadap yang digunakan makin sulit dicari,” jelasnya

Alasan kayu dadap dijadikan bahan baku barongan, lanjut Sujiman, dikarenakan kayu bersifat ringan, serta tidak mudah retak.

Dikatakannya, beberapa bahan yang digunakan untuk pembuatan topeng barong, antara lain kulit kambing yang masih berbulu, cat dan pewarna pakaian.

” Untuk seperangkat topeng seni barongan dijual sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta lebih, tetapi jika hanya membutuhkan kepala barongan saja dihargai minimal Rp 1,2 juta tergantung ukuran,” ungkapnya pria yang telah menekuni sebagai pengrajin barongan sejak 1997 tersebut.

Adapun kelompok peserta yang menyemarakkan acara yaitu Manggala Sura (Tunjungan), Sami Mulang Jaya (Blora), Sanggar Barongan Ridwan Cinta Seni (Todanan).

Praja Muda (Kedungtuban), Arengga Jaya (Kunduran), Singa Lodra (Todanan), Abdi Joyo (Doplang), PSBK Singo Joyo (Kunduran), Kuncoro Mudo (Kedungtuban), Gogor Mustiko Budoyo (Blora), Riuh Manggolo Joyo (Doplang), New Singo Joyo (Ngawen), Singo Madigdo (Randublatung), Singo Mudo (Tunjungan).

Selanjutnya, Widya Manggala (Todanan), Lestari Budoyo Joyo (Cepu), Timbul Budoyo (Tunjungan), Singo Ronggo Putro (Sambong), Singo Lumaksono (Todanan) Wahyu Kencana (Kedungtuban), Sukar Joyo (Ngawen), Singo Langen Budoyo (Banjarejo), Singa Lodra (Blora), Sardula Seta (Blora), Kumoro Krido Mustiko (Tunjungan).

Kemudian, Singo Putat Joyo (Banjarejo), Putra Karang (Kunduran), Singo Mudo Nudoyo (Ngloram, Cepu) dan Seni Barong Cokro Aji Joyo (Tempel, Jepon) dan Kuncoro Mustiko Joyo (Nglawiyan, Blora).

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close