Terkini

Pemkab Musi Banyuasin Sumsel Lakukan Studi Pengelolaan Minyak Tua di Blora

Kunjungan membahas masalah hubungan pertunjukkan, sisi operasional dan amdal

BLORAPEDIA.ID- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan mengadakan studi tentang pengelolaan sumur minyak yang dikelola oleh masyarakat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (18/10).

Kedatangan rombongan dari Pemkab Muba ke Pemkab Blora dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kab. Muba, Ir. H. Yusman Srijanto, MT.

Mereka diterima oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Blora, Drs. Suryanto, M.Si mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho di ruang pertemuan gedung Samin Surosentiko.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Muba, Ir.H. Yusman Srijanto, MT menyambut kedatangannya bersama rombongan membahas melakukan studi pengelolaan minyak tua yang dikelola oleh masyarakat.

“Jadi kami ajak Dirut BUMD Petro Muba dan rombongan untuk melakukan studi komparatif pengelolaan sumur minyak tua yang dikelola oleh masyarakat di Blora,” katanya.

Selain di Blora, lanjutnya, juga dilakukan kegiatan yang sama di Sekayu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Blora, Drs. Suryanto, M.Si menyambut baik maksud dan tujuan kegiatan studi komparatif yang dilaksanakan oleh Pemkab Muba ke Blora.

“Kami menyambut baik, semoga ini menjadi jalinan kemitraan yang berkelanjutan, khususnya dalam sinergi dan teknis pengelolaan sumur minyak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Suryanto.

Diakui, yaitu Badan Usaha Milik Derah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) beberapa kali disetujui menjadi contoh pengelola sumur minyak terbaik, sehingga terpilih sebagai tempat studi banding dan kegiatan-kegiatan perhubungan minyak sumur tua.

Direktur Utama (Dirut) PT BPE, Christian Prasetya menyampaikan jumlah sumur yang diberikan izin oleh PT Pertamina EP di Lapangan Ledok, sebanyak 196 titik sumur tua.

“Yang sudah beroperasi sebanyak 125 titik sumur tua,” katanya.

Sementara di Lapangan Semanggi, sebanyak 71 titik sumur tua, yang sudah beroperasi 6 titik sumur tua.

Produksi dalam satu tahun (2018), kata Christian Prasetya, di lapangan Ledok sebanyak 9.290.890 liter atau 58.430 barel.

“Rata-rata dalam satu bulan, dapat memproduksi sebanyak 775.000 liter atau 4,870 barel,” katanya.

Kemudian, untuk di lapangan Semanggi sebanyak 368,301 liter atau 2,315 barel. Rata-rata dalam satu bulan dapat memproduksi 30.700 liter atau 193 barel.

Jumlah tenaga kerja lokal, masyarakat desa Ledok yang terserap kerja di sumur tua, kata Christian Prasetya, lebih kurang 400 orang. Digunakan dengan timba sumur. Selain itu ada KSO dan transportasi.

“Pada awalnya, kami memiliki pinjaman modal oleh Pemkab Blora Rp1 miliar sejak diluncurkan pada tahun 2010. Namun saat ini, BPE memiliki laba bersih Rp1,2 miliar dan sudah meningkatkan modal untuk pemkab,” jelasnya.

Untuk di wilayah lapangan Ledok, kata dia, berproduksi 160 barel / hari.

Sementara itu Direktur PT Muba, H. Yuliar, SEampaikan, di Kabupaten Muba jumlah sumur minyak tua mencapai lebih kurang 400 sumur.

“Dalam kunjungan ini, antara lain membahas masalah hubungan pertunjukkan, sisi operasional dan amdal. Kita perbandingkan, dan rupanya di Blora ini sudah begitu menyelesaikan pengelolaan sumur-sumur tuanya, ”katanya.

Usai pertemuan dan diskusi, dilangsungkan penyerahan cinderamata antara Pemkab Blora dan Pemkab Muda.

Kemudian, rombongan diajak singgah ke Dekranasda Blora untuk melihat aneka kerajinan yang dibeli. Bahkan, beberapa orang di sini membeli suvenir dari Blora untuk oleh-oleh.

Rombongan dari Pemkab Muba juga menyelenggarakan sholat Jumat di masjid agung Baitunnur Blora sebelum bertolak melanjutkan perjalanan kembali ke Muba. Dalam kunjungan itu ada 12 orang terdiri dari Pemkab Muba dan PT Muba. (Dinkominfo nKab. Blora)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close