Nyastra

Pertarungan Nurani dan Ego

Wahai sosok lembut penuh arti

Tujukkanlah arah yang pasti

Tuntunlah aku pada jalan penuh arti

Janganlah engkau terlalu angkuh

Biarkan diriku terombang-ambing oleh waktu

Mana idealisme yang penah kau banggakan itu

Mana…..?

Sudahkah engkau putus asa akan perlakuan ego padamu

Haruskah diri ikut menyerah pasrah seperti yang kau lakukan

Ataukah justru melawan

Walaupun tanpa petuah dan bimbingan darimu

Hai nafsu, kenapa engkau selalu mengolok-olok diriku

Tak bosankah engkau dengan rutinitas dan kegilaanmu

Apa maumu sebenaranya

Apa engkau akan pus jika melihatku terpuruk

Apa itu yang kau inginkan

Atau apa

Aku tak tau, mana yang harus ku pilih

Nuranikah yang telah lemah dan lesu tak punya semangat

Atau justru ego yang meluap-luap penuh semangat

Sudahlah jangan buat akau bingung

Tunjukkan saja bagaimana aku harus bersikap

Aku sudah terlalu sibuk dengan jalan luku hidupku

Menantang badai cobaan dan kemelut waktu

Ayolah bicara, apakah kalian akan trus membisu

Enggan mengeluarkan buih kejernihan fikir

Bicaralah, sudah terlalu waktu yang kuhabiskan

Hanya untuk menunggu bisik kebenaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close