Ngopeni

Dulur Samin Aku Mau Bercerita

BLORAPEDIA.ID – Hei… anak bumi samin ayo bicarakan tentang masa depan atau minimal angan-angan. Bolehlah sebagai anak kandung dari peradaban yang sempat dicaci maki sebab perilaku melawan dengan unik terhadap penjajahan, juga melawan terhadap kesewenangan Orde Baru sehingga membuatmu dianggap gila, tidak waras dan sebutan jelek lainnya.

Saudaraku samin, setelah reformasi pandangan terhadapmu juga tak banyak berubah kecuali beberapa orang yang mulai mengerti segala tindak tandukmu adalah pengamalan prinsip luhur. Mereka yang sedikit itu tentu tidak cukup banyak dapat berbuat atau berbicara bagaimana sebenarnya dirimu. Bahwa sebenarnya prinsip hidupmu adalah menjaga dan melestarikan (tentu ini adalah anggapan general).

Kamu selalalu menjaga bagaimana hubungan antar manusia berjalan baik dengan melarang mencuri, iri dan dengki juga memuliakan tamu meskipun tamu itu adalah seorang penjahat. Jelas perilakumu demikian lebih memanusiakan manusia dibanding mereka yang pandai berselogan “tamu adalah raja” atau orang yang mengaku aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang ternyata belajar untuk antri dan tidak melanggar lalulintas saja sangat kesulitan (untuk tidak mengatakan “tidak becus”).

Saudaraku, ketika namamu dijadikan tameng dan branding perebutan kekayaan sumber daya alam engkau diam. Membiarkan orang-orang yang mengatasnamakanmu dan berakrobat sepuas hatinya. Tentu sudah bisa ditebak apa hasilnya mereka mulai kebingungan memerankan dirimu semacam apalagi. Ketika persoalan semen usai, namamu ditinggalkan dan dibirkan berserak begitu saja. Bahkan diantaranya menikmati buahnya dengan rumah mewah dan berkecukupan dalam hidup keseharian.

Ketika Pemerintah kabupaten menggunakan nama pendiri gerakan sukumu menjadi nama Gedung engkau lagi-lagi diam meski tidak pernah diajak biscara. Pemerintah merasa bahwa semua ada dalam genggaman kekuasaan mereka dan tanpa perlu membuat persetujuanmu. Persis sama ketika pemerintah mulai merobohkan gedung dan stadion begitu saja tanpa pertimbangan hanya demi mendirikan bioskop (apalah yang dipikirkan). Bahkan merasa bangga ketika dibilang ngawur oleh rakyat.

Oh…iya sebentar lag akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kamu kali ini pasti akan dilibatkan, meskipun hanya sekedar meminta hak pilihmu. Setelahnya sudah bisa ditebak pasti ditinggal lagi tanpa peduli nasib dan kesejahteraanmu.

Tentu saja pemimpin yang terpilih nanti seperti sebelum-sebelumnya sudah menyiapkan jawaban kenapa tidak membangun kampungmu? Dengan enteng pasti dijawab “agar tidak terkontaminasi dengan kemajuan zaman”. Para penguasa berkata demikian sambil membatin bahwa apa pentingnya kampung dan rumahmu dibangun jika dengan membiarkan dalam keterbelakangan yang kamu alami justru menarik wisatawan dan peneliti. Bahkan Presiden juga sempat tertarik mampir ke dalam kampung ramahmu.

Aku yakin bahwa kamu tak pernah peduli dengan pengasong namamu entah dari manapun baik perseorangan, LSM ataupun pemerintah telah banyak mengeruk keuntungan dan membuat perut mereka kenyang. Biarlah, biarkan saja dalam siklus hidup manusia ada yang baik dan buruk sudah biasa. Tentu saja yang terpenting adalah mereka tidak mengganggu tatanan kehidupan dan budayamu, jika itu dilakukan mereka akan tahu bahwa kenyataan itu rasanya pahit.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close