Budaya

Sumur Tua Blora yang dianggap Sakral Keberadaannya

Diantara ratusan sumur minyak tua yang masih aktif, terdapat satu sumur minyak tua atau lebih dikenal dengan sebutan sumur "Magung" yang dijadikan pusat ritual oleh warga sekitar

BLORAPEDIA.ID Blora terkenal sebagai daerah penghasil kayu jati dan minyak bumi, karena 49,66% wilayahnya adalah hutan jati dan di salah satu Kecamatan di Blora, yaitu (Blok) Cepu ditemukan cadangan 250 juta barel minyak.

Di Indonesia pertambangan minyak dimulai pada saat zaman kolonial penjajahan Belanda, dan sampai sekarang masih eksis salah satunya berada di desa Ledok Kecamatan Sambong. Tepatnya berada satu lokasi dengan kolam renang Kedungpupur.

Dilokasi ini terdapat 227 sumur, namun yang beroperasi hanya 125. Kedalaman rata-rata kedalaman sumur minya tua tersebut mencapai 300-400 meter.

Saat ini pengelolaan dijalanlan oleh warga sekitar dengan cara tradisional yaitu dengan cara ditarik dengan diesel dan pipa untuk penimbanya, jika sudah sampai atas di tarik dengan kayu dan dimasukkan kedalam kolam.

Aktifitas penambangan dengan sistem tradisional inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya bagi wisatawan yang ingin melihat secara langsung proses pengambilan minyak bumi.

Situs Sumur “Magung”

Diantara ratusan sumur minyak tua yang masih aktif, terdapat satu sumur minyak tua atau lebih dikenal dengan sebutan sumur “Magung” yang dijadikan pusat ritual oleh warga sekitar.

Yakni, saat sedekah bumi (Gas Deso bahasa setempat) warga setempat berbondong-bondong ke sumur dengan membawa makanan tumpeng dan mengadakan ritual berdoa memohon kepada sang pencipta.

Konon menurut warga setempat, dua abad sebelum Adriaan Stoop ( Pengusaha perminyakan asal Belanda yang mengebor minyak bumi pertama di Blora pada tahun 1890-an) sudah terdapat sumur minyak peninggalan Jati Kusumo (Utusan dari Kasultanan Pajang). Minyak bumi mentah (latung) tersebut digunakan untuk menyalakan obor.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close