Terkini

UGM Rehabilitasi Hutan Pendidikan Blora

Lahan yang dirahabilitasi seluas 500,2 hektare berada di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)

BLORAPEDIA.ID – Universitas Gadjah Mada (UGM) rehabilitasi hutan pendidikan di Blora. Lahan yang dirahabilitasi seluas 500,2 hektare berada di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Hutan Pendidikan dan Pelatihan UGM tersebut merupakan kawasan hutan yang harus dikelola secara khusus, dengan prinsip kelestarian hutan sebagai bagian dari pembangunan wilayah yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

KHDTK secara keseluruhan memiliki luas 10.901 ha dan masuk perbatasan antara Kabupaten Blora, Jateng dan Ngawi, Jatim dan dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM.

KHDTK Pendidikan dan Pelatihan ini diberikan pemerintah untuk dikelola Fakultas Kehutanan UGM sejak 2016. Hutan sebagai wahana bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk kegiatan pendidikan, penelitian, praktik lapangan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mengenai rehabilitasi tersebut, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun menjalankan program rehabilitasi hutan dan lahan di dalam kawasan KHDTK yang masuk area kerjanya.

‘’Program ini bagian dari RHL 2019 yang dilaksanakan di dalam kawasan KHDTK. Ada dua pola yang diterapkan, yakni rehabilitasi intensif dan rehabilitasi agroforestry,’’ ungkap Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini

Rapat koordinasi RHL KHDTK antara Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM Dr Budiadi, Kepala KPH Ngawi Perhuni, dan pengelola KHDTK.

Sementara itu dalam upaya melibatkan peran serta masyarakat pelaku penanaman diambil dari kelompok-kelompok petani hutan, yakni lima kelompok di Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Blora, lima kelompok di Desa Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, Blora, dan lima kelompok di Desa Bodeh, Randublatung, Blora.

Jenis tanaman pola intensif berupa kayu-kayuan dan tanamana HHBK dengan jati UGM, mahoni, sonokeling, pilang, duwet, nangka, sukun, petai, alpukat, sirsat, jengkol, mangga, jambu mete, dan kayu putih. untuk pola tanam agroforestry, jenisnya kayu-kayuan, tanaman HHBK, dan tanaman sela, yakni jati UGM, jati, mahoni, sonokeling, pilang, duwet, nangka, petai, alpukat, sirsat, jengkol, mangga, lamtoro, gamal, kaliandra, secang, dan kopi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close